apakah blog saya ini bermanfaat buat anda ?

Jumat, 09 Desember 2011

IMPLEMENTASI IMAN DALAM KEHIDUPAN MODERN

1.Pengertian Iman
Menurut bahasa iman berarti membenarkan, sedangkan menurut syara’ berarti membenarkan denagn hati, dalam arti menerima dan tunduk kepada hal-hal yang diketahui berasal dari Nabi Muhamad. Dengan demikian Iman kepada Allah berati iman atau percaya bahwa Allah satu-satunya dzat yang mencipta, memelihara, menguasai, dan mengatur alam semesta. Iman kepada keesaan Allah juga berarti iman atau yakin bahwa hanya kepada Allah-lah manusia harus betuhan, beribadah memohon pertolongan, tunduk, patuh, dan merendahkan diri. Selain itu iman kepada keesaan Allah juga berarti mempercayai bahwa Allah-lah yang memiliki segala sifat kesempurnaan dan terlepas dari sifat tercela atau dari segala kekurangan.

Iman tidak cukup disimpan didalam hati. Iman harus dilahirkan dalam bentuk perbuatan yang nyata dan dalam bentuk amal sholeh atau perilaku yang baik. Disamping itu, pengertian tersebut juga membawa makna bahwa iman tidak sekedar beriman kepada apa yang disebutkan di dalam “rukun iman” saja, yaitu iamn kepada Allah, iamn kepada malaikat-malaikat-Nya, iman kepada hari akhir, dan iamn kepada qadha’ dan qadar, tetapi lebih dari itu, cakupan iman meliputi pengimanan terhadap segala hal yang dibawa oleh Nabi Muhammad selain rukun iman tersebut. Misalnya, iman terhadap kewajiban sholat, zakat, puasa, haji, dan juga tentang halal haramnya sesuatu.

2.Taqwa
Menurut imam ghozali : Taqwa di dalam Al qur’an disebut dalam tiga pengertian
Pertama : Takut dan malu
Kedua : Taat dan beribadah
Ketiga :Membersihkan hati dari dosa, dan yang terakhir adalah taqwa yang sejati.
Demikianlah pengertian taqwa menurut imam ghozali. Secara umum, taqwa adalah perkataan yang mengungkapakn penghindaran diri dari kemurkaan Allah SWT dan Siksa-Nya. Yakni dengan melaksanakan apa yang diperintah-Nya dan menahan diri dari melakukan segala larangan-Nya. Hakikat taqwa ialah tuhan melihat kehadiranmu dimana DIA telah melarangmu. Tuhan tidak kehilangan kamu dimana DIA telah memerintahkanmu.


Amalan Taqwa
Amalan taqwa bukan sebatas apa yang terkandung di dalam rukun islam, seperti syahadat, sholat, zakat, dan haji saja. Bukan sebatas membaca Al qur’an atau berwirid dan berzikir. Amalan taqwa juga tidak dimasjid saja. Amalan taqwa adalah apa saja amalan dan perbuatan didalam kehidupan yang dilandaskan syariat, baik itu fardhu, wajib, sunah, mubah, atau apa saja amalan dan perbuatan yang dijauhi dan ditinggalkan baik itu haram dan makruh.
Ini termasuklah segala perkara yang berlaku dalam kehidupan baik dalm kehidupan keseharian, dalam bidang ekonomi, pembangunan, pendidikan, kenegaraan, kebudayaan, manajemen, kesehatan dan sebagainya. Asalkan yang dilakukan atau ditinggalkan itu terkait dan Karen a Allah, maka itu taqwa. Sedangkan amalan yang tidak terkait dan tidak ilakukan karena Allah, tiu adalah amalan yang tidak ada nyawa, jiwa, atau rohnya dan ia tidak ada nilainya di sisi-Nya.
Begitu pentingnya ketaqwaan bagi seorang muslim, sehingga derajat seorang manusia ditentukan oleh kadar ketaqwaannya kepada Allah. Mulia atau tidaknya seorang manusia bukan ditentukan oleh banyaknya harta yang dimiliki atau jabatan yang di duduki. Tidak mustahil jika ada seseorang, jabatannya tinggi, hartanya melimpah, dipuji olaeh manusia, tetapi karena tidak bertaqwa kepada Allah maka ia pun tidak memiliki derajat bahkan hina dihadapan Allah SWT. sebaliknya, seorang pemulung yang dicaci dan hina dihadapan manusia, jika bertaqwa maka ia memiliki derajat yang mulia dihadapan Allah SWT. derajatnya melebihi seorang pejabat yang dipuji ternyata korupsi. Berbicara juga dapat menjadi taqwa kalau apa yang di bicarakan itu adalah ilmu, nasihat atau perkara-perkara yang baik, dan manfaat, dan dilakukan karena Allah. Diam juga dapat menjadi taqwa kalau diam itu untuk mengelakkan dari berkata-kata yang maksiat dan sia-sia atau supaya tidak menyakiti hati orang dan dilakukan karena takut kepada Allah.

Di antara cirri-ciri orang yang bertaqwa kepada Allah itu adalah :
1. Gemar menginfaqkan hartab bendanya dijalan Allah, baik dalam waktu sempit maupun lapang.
2. Mampu menahan diri dari sifat marah.
3. Selalu memaafkan orang lainyang telah membuat salah kepadanya ( tidak pendendam ).
4. Tatkala terjerumus pada perbuatan keji dan dosa atau mendzalimi diri sendiri,ia segera ingat Allah, lalu bertaubat, memohon ampun kepada-Nya atas dosa yang telah dilakukan.
5. Tidak meneruskan perbuatan keji itu lagi, dengan kesadaran dan sepengetahuan dirinya.

Betapa pentingnya nilai TAQWA. Hingga merupakan bekal yang terbaik dalam menjalani kehidupan didunia dan betapa tinggi derajat TAQWA, hingga manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa di antara mereka. Dan banyak sekali buah yang akan dipetik, hasil yang akan diperoleh dan nikamt yang akan diraih oleh orang yang bertaqwa di antaranya adalah :
1. Ia akan memperoleh Al-Furqon yaitu kemampu n untuk membedakan antara yang haq dan yang batil, halal dan haram, antara yang sunnah dengan bid’ah. Serta kesalahan-kesalahannya dihapus dan dosa-dosanya di ampuni.

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan kepadamu Furqon dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. ( QS. Al-Anfal: 29 )
2. Ia akan memperoleh jalan keluar dari segala macam problema yang dihadapinya, amalan-amalan baiknya diterima oleh Allah hinga menadi berat timbangannyadi hari akhir kelak, mudah penghisabannya dan ia menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kanan.
3. Amalan-amalan baiknya diterima oleh Allah hingga menjadi berat timbangannya di hari kiamat kelak, mudah penghisabannya dan ia menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kanan.
4. Serta Allah memasukkan ke dalam Surga, kekal di dalamnya serta hidup dalam Keridhoan-Nya.

3. Ciri-ciri masyarakat Modern
Masyarakat modern adalah komunitas orang yang hidup bersama dalam suatu tempat dengan ikatan dan aturan-aturan tertentu yang bersifat modern serta penggunaan teknologi.

Ciri-ciri pokok masyarakat modern menurut Deliar Noor:
a) Bersifat rasional yakni lebih mengutamakan pendapat yang berdasarkan akal.
b) Berfikir untuk masa depan yang lebih jauh, tidak hanya memikirkan masalah yang bersifat sesaat.
c) Menghargai waktu, yakni dengan memafaatkan waktu sebaik-baiknya dan seefektif mungkin sehingga tidak ada waktu yang mubadzir tanpa makna.
d) Bersifat terbuka yakni mau menerima kritikan, saran, masukan untuk perbaikan yang dating dari manapun.
e) Berfikir obyektif, yakni melihat segala sesuatu dari sudut fungsi dan kegunaannya bagi masyarakat.
4.Tantangan, problema dan resiko kehidupan modern
Realitas kemampuan manusia:
- Manusia tidak hanya mengenal nama-nama benda yang ada
- Manusia dapat mengembangkan dan menciptakan nama-nama baru pada benda yang diciptakannya.
- Kemampuan membuat benda-benda disebut kebudayaan [ fisik – non fisik ]
- Manusia mampu mengembangkan kebudayaan akibat sains dan teknologi.

Berbagai Persoalan Manusia Diera Modern
1. Problem utama modernitas : [dampak negative penemuan teknologi]
- Terjadinya pencemaran lingkungan
- Rusaknya habitat hewan – tumbuhan
- Munculnya beragam penyakit

2. Dalam Bidang Ekonomi : [Persoalan kapitalisme-Materalisme]
- Melahirkan manusia yang konsumtif-materialistik dan eksplotatif
- Manusia hanya memandang dirinya sebagai makhluk economicus [manusia yang mementingkan dirinya sendiri
- Manusia melupakan dirinya sebagai makhluk homo religious yang syarat dengan kaidah moral.
- Prinsip ekonomi kapitalis telah melahirkan manusia yang serakah-egois.

Salah satu contoh kasus di Indonesia :
“ Demi kepentingan lahan pertanian-perumahan, tidak malu menggunduli hutan,membakarnya. Import mobil dan motor secara besar-besaran tidak pernah memperhitungkan dampak polusi bagi kesehatan. Pelaku ekonomi kecil, adalah mengunakan lahan trotoar sebagai tempat berjualan dengan tidak mempertimbangkan keselamatan pejalan kaki.
3. Dalam bidang moral : [Paham liberalism-kebebasan berekspresi]
- Melalui teknologi informasi di ekspose secara besar-besaran meski menabrak batas-batas agama
- Globalisasi berwajah westernisasi ( penanaman nilai-nilai barat dengan melepas nilai-nilai moral agama )
- Westernisasi mempunyai kemampuan melindas local culture budaya local, buktinya : Bangsa Indonesia dalam banyak hal selalu berkiblat pada dunia barat dan menjadikannya sebagai symbol kemajuan.

4. Dalam persoalan sekularisme : [ tarik menarik antara dunia-agama ]
- Urusan dunia dipisahkan dari agama
- Munculnya split personality (manusia berkpribadian ganda ), contoh : pada saat yang sama ia bisa menjadi seorang korupto, meskipun ia taat beribadah.
- Peran agama akan semakin kehilangan ruhnya.

5. Dalam Persoalan Keilmuan : [ munculnya pemikiran posivitesme ]
Sesuatu dikatakan benar jika; menggunakan tolok ukur kebenaran rasional, empiris, eksperimental dan terukur secara metodologis.


Kesimpulan
Bahwa iman dan taqwa itu sesuatu yang harus dimiliki seorang mukmin, karena dengan itu kita bisa menyakini , dan takut hanya kepada Allah. Sehingga apa yang diperintahkan Allah kita selalu senantiasa mengerjakannya. Taqwa juga bisa menjadiakn kita sebagai manusia yang mulia di sisi Allah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar