apakah blog saya ini bermanfaat buat anda ?

Jumat, 09 Desember 2011

Tanda Kekuasaan Allah Pada Penciptaan Struktur Tubuh Manusia

Sekarang, lihatlah dirimu sendiri! Coba perhatikan hikmah Sang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui pada penciptaan struktur tubuhmu. Silakan lihat dan perhatikan panca inderamu! Lalu renungkanlah hikmah penempatan mata yang dengannya Anda dapat melihat banyak hal! Allah menempatkannya di kepala laksana lampu mercusuar di atas menara, sehingga dengan demikian Anda dapat melihat banyak perkara. Allah tidak menempatkannya pada anggota tubuh lain, seperti kaki atau tangan misalnya. Sebab, seandainya Allah menempatkan mata kita di tangan atau kaki, tentulah akan mudah mendapatkan gangguan ketika beraktifitas atau bergerak. Allah juga tidak menempatkan mata di bagian tengah tubuh, misalnya di perut atau di punggung karena akan menyulitkanmu untuk menoleh atau melihat. Berhubung tidak ada tempat di anggota tubuh ini yang layak menjadi tempat mata, maka satu-satunya tempat yang paling cocok adalah kepala. Kepala adalah tempat yang paling layak dan paling indah untuk mata. Kepala merupakan tempat bersemayamnya alat panca indera.
Kemudian coba perhatikan hikmah diciptakannya alat panca indera untuk menyeimbangi lima macam indera. Masing-masing indera difungsikan dengan alat khusus, sehingga tidak satupun indera yang tidak dapat dijangkau oelh alat khusus tersebut. Alat penglihatan diciptakan untuk melihat, alat pendengaran disediakan untuk mendengar suara-suara, alat pencium dan perasa diciptakan untuk mencium berbagai aroma dan mencicipi aneka macam rasa. Alat peraba diciptakan untuk meraba benda-benda. Setiap indera telah disediakan alat khusus untuknya. Sekiranya ada indera keenam selain yang telah disebutkan di atas niscaya Allah akan memberikan alat indera ke enam untuk manusia. Berhubung selain itu dapat ditangkap dengan batin, maka Allah memberikan alat indera batin.
Itulah lima alat pengindera yang dikenal oleh masyarakat dengan sebutan lima untuk enam’ yakni lima alat panca indera dan enam arah (depan, belakang, atas, bawah, kanan dan kiri). Maksudnya adalah alat panca indera itu membawa hati ke seluruh penjuru dan arah. Sehingga kelima alat panca inderanya itu dapat menjangkau keenam arah tersebut berkat ketajaman pikirannya.
Tanda-tanda Kekuasaan Allah Pada Penciptaan Alat Kelamin Manusia
 
Coba perhatikan, bagaimana Allah menciptakan alat kelamin pria dan wanita yang sesuai dengan hikmah penciptaannya. Allah menciptakan alat kelamin pria menonjol dan menjulur hingga dapat menyampaikan mani ke lubang rahim. Mirip seperti seseorang yang memberi suatu benda kepada orang lain, ia pasti menjulurkan tangan kepadanya agar orang lain tersebut dapat menerima benda itu darinya. Kaum pria harus menumpahkan maninya ke dalam lubang rahim. Adapun wanita, alat kelaminnya diciptakan laksana mangkuk yang berongga, karena wanita harus menerima mani lelaki dan menampung serta menyimpannya, maka kaum wanita diberikan alat kelamin yang sesuai dengan tugas itu.
Berhubung mani laki-laki harus mengalir dari bagian-bagian tubuh dalam bentuk cairan yang halus dan lemah yang tidak bakal mampu memproduksi keturunan dengan sendirinya, maka kaum lelaki dilengkapi dengan dua buah pelir dan kantung tempat memasaknya. Di situ mani akan dimasak hingga matang, sehingga mampu mengawali proses penciptaan seorang anak manusia. Sementara kaum hawa tidak butuh hal itu, sebab kehalusan cairan maninya dan kelembutannya jika bertemu dengan kerasnya mani lelaki maka secara otomatis mani wanita akan menguat dan kokoh. Sekiranya kedua mani tersebut lembut dan lemah, tentu tidak bisa mengawali proses penciptaan anak manusia.
Allah mengkhususkan kaum pria dengan alat untuk mematangkan dan memasak mani. Kaum lelaki suhu panasnya sangat kuat, sementara kaum wanita itu dingin. Sekiranya alat tersebut diberikan kepada kaum wanita tentu tidak akan mampu mematangkan mani lelaki dan memasaknya. Dan juga mani wanita tidak perlu keluar dari tempatnya. Namun dibiarkan diantara tulang dada sampai alat kemaluannya. Oleh karena itu, wanita merupakan objek dalam aktifitas seksual maka dilengkapi dengan alat seksual yang sesuai dengan posisinya. Sekiranya diberikan kepada mereka alat seksual pria, tentu mereka tidak akan merasakan kelezatan dan kenikmatan. Niscaya alat tersebut tidak akan berfungsi dan tidak bermanfaat. Maka merupakan hikmah yang sangat dalam adalah masing-masing jenis diberi alat yang sesuai dengan posisinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar